Wednesday, July 20, 2011

Kromosom X Membuat Perempuan Lebih Pandai Bergaul


Ada beberapa jenis pekerjaan yang cenderung dipercaya apabila kaum Hawa-lah yang melakukannya. Jabatan seperti public relation (PR) atau sekretaris, misalnya, akan lebih baik kalau dipegang perempuan. Demikian berita yang ditulis oleh harian Sinar Harapan.
 
Anggapan diskriminatif? Tidak juga. Sebuah penelitian terbaru membuktikan bahwa faktor genetika dalam tubuh perempuan membuat mereka jauh lebih hebat dibanding lelaki dalam menangani hal-hal tertentu.
Dr Ruth Campbell dari University College London (UCL), Inggris mengemukakan bahwa kunci dari semua itu adalah kromosom X. “Ada sejumlah gen dalam kromosom X yang berperan penting dalam pertumbuhan kemampuan sosial manusia,” demikian Campbell seperti dilansir BBC News baru-baru ini.
Kromosom X yang sangat dominan pada tubuh perempuan ini ternyata telah memprogram secara genetika kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Pada kaum Adam kromosom ini hanya ada satu, sehingga kemampuan sosialisasi laki-laki berada di bawah perempuan.
Campbell berpendapat, dengan memiliki dua kromoson X maka manusia lebih berani tampil dalam pergaulan sosial. Bahkan mereka tak sungkan memperlihatkan emosi dan perilaku alamiahnya di hadapan umum.
Faktor inilah yang membuat banyak perempuan yang tak malu-malu untuk mengungkapkan emosinya di depan publik seperti menangis, marah-marah atau tertawa sekencangnya. Ekspresi macam ini jika dilakukan oleh laki-laki kurang bisa diterima oleh publik.

Sindrom Turner
Bukti lain datang dari penelitian terhadap perempuan penderita Sindrom Turner, yakni sebuah kondisi kelainan genetika perempuan yang diakibatkan kehilangan kromosom X. Banyak perempuan penderita Sindrom Turner mengalami kesulitan melakukan interaksi sosial dan tidak bisa membaca bahasa tubuh. Secara intelijensi mereka cukup normal dan memiliki kemampuan verbal selayaknya manusia lain.
Tim peneliti dari Departemen Ilmu Komunikasi Manusia, UCL melakukan uji akurasi persepsi terhadap 41 perempuan penderita Sindrom Turner. Kepada mereka diperlihatkan gambar dua wajah, satu tampak dari depan dan lainnya gambar orang yang memalingkan muka.
Hasilnya, perempuan penderita kelainan ini memiliki kekurangan dalam menguraikan apa yang dilihatnya.
Campbell menyatakan, bukan berarti kaum lelaki sedemikian buruknya dibanding perempuan dalam bersosialisasi. Ada pula sebagian lelaki yang memang sudah “berbakat” bergaul. Namun, tak bisa disangkal bahwa dalam kondisi tertentu, lelaki maupun perempuan lebih tertarik untuk mengajak bicara perempuan yang belum dikenal daripada lelaki.
Dari sini dipertimbangkan pula mengapa penyakit autisme lebih banyak diderita kaum Adam dibanding kaum Hawa. Menurut David Potter dari National Autistik Society mengemukakan, kemungkinan ada hubungan antara kromosom X dengan autisme.
“Fakta ini masih berupa kepingan kecil gambar dari sebuah puzzle yang harus dirangkaikan apabila kita memerlukan penjelasan lengkap kasus autisme,” paparnya.
Kini jelas sudah mengapa sebagian besar profesi PR dan sekretaris dipegang oleh perempuan. Kalau pun ada kaum lelaki yang dipandang profesional dalam kedua jenis pekerjaan itu cenderung dicap sebagai “banci” atau keperempuan-perempuanan.
Sebelum menentukan bidang kerja yang digeluti, ada baiknya kita mengukur kadar kromosom X lebih dulu.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...